apatism

Kenapa kita begitu menikmati kesendirian?
Sedangkan Allah,sejatinya tak pernah,dan tak akan pernah luput,apalagi meninggalkan kita. Apa yg kita nikmati? Itu tak layak disebut kesendirian,kita hanya lebih suka untuk bersikap apatis,tidak mau ikut susah,dan tidak terlalu suka menjadi bagian dari kerjasama arau amal jama’I… Ya Allah….manusia!
Maka,itukah saya? Itukah satu bagian episode hidup yg sekarang tengah hadir pada diri saya? Menjadi begitu apatis,tidak menyapa orang lain,tidak menyambung tali silaturrahim,tidak menebar salam…tidak mau ikut membenahi keadaan…tidak menjadi solusi bagi kawannya yg kesulitan…”bagiku hidupku,bagimu yaaa hidupmu”,,apahal bagi saya?astaghfirullah…saya menjadi begitu bertanya2…lalu apa yg bisa menyelamatkan saya dr bala’? Selain dari da’wah,,,dan bahwa sebenarnya hakikat da’wah sendiri adalah sosialisi,mendekati sang hati,menyapa dunia,mencerahkan,mencari insan,untuk dibagi pada mereka.

#himmada: periksa hatimu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s