ikhlas

Ternyata bulan semakin melengkung,menggariskan senyumnya. Yang ketika itu tiba2 saja,sang bulan jadi menemani kisah  saya dengan seorang pacik taxi, dan beberapa orang abang2 tulus itu.

Hari menjelang sore, saya baru saja kembali dari kampus. Ada sebuah agenda yang telah saya rencanakan sepulang kuliah ini, yaitu mengunjungi ibu2 TKW di asrama iskandar landak,pangkalancepha. Merekatkan tali silaturrahim, menjalin hubungan baik, dan satu misi terpenting, merekrut mereka untuk suatu hari turut menjadi barisan pendukung da’wah ini. Ada harapan besar di sana.  Maka saya pun mengambil inisiatif untuk pergi ke sana dengan menggunakan taxi. Pacik taxi ini memang biasa saya panggil, begitu pun kawan2 di asrama. Saya berpesan kepada pacik itu,untuk menjemput saya kembali pada pukul 8.30 setelah maghrib. Oke katanya. Sampailah saya di rumah bu reni. Alhamdulillah tsummal haldulillah mereka semua dalam keadaan sehat, dan lengkap, hanya saja waktu itu saya hanya berdialog dengan bu reni,karena mbak2 dan ibu2 lain masih sibuk. Dialog berlangsung hangat,karena sudah beberapa bulan kami tak berjumpa. Maafkan saya bu, baru sempat menyapa..ibu2 yang ada di asrama ini, alhamdulillah insyaAllah bisa menyempatkan diri untuk ta’lim setiap 2 pekan sekali. insyaAllah bu,saya akan selalu datang ke sini. Wajah bu reni pun sore itu tampak sumringah. Kami di perantauan ini memang terkadang merindukan sosok seorang ibu, maka mereka2 (ibu2 TKW) lah yang akan menghadirkan sosok itu. Dan ibu2 itu juga pun kadang merindukan kehadiran anak2 mereka di kampung halaman, maka kamilah yang siap menjadi bagian dari hidup mereka juga,sebagai anak mereka juga di sini. Bu reni selalu berpesan agar kami kembali ke tanah air dengan mebawa ilmu yang banyak dan mengaplikasikannya untuk membangun Indonesia.

“jadilah kalian pengubah nasib bangsa kita,kalian, para mahasiswa itu harapan kita”

Adzan maghrib pun berkumandang, saya dan bu reni bergegas menunaikan sholat. Setelah solat saya pun mengingatkan pakcik taxi yang tadi untuk menjemput saya pada jam sekian. Pakcik pun datang, saya berpamitan dengan bu reni dan mbak2 yg lain. Assalamu’alaykum, aku akan merindukan kalian untuk 2 minggu ini…saya segera menaiki taxi tersebut, namun Allahu akbar,,,ketika taxi itu telah berjalan meninggalkan rumah bu reni, pacik itu tak melihat ada parit di sana. Maka kami (kami dan dan mobil taxi itu) terperosok, ban belakangnya masuk dalam sekali. Saya berfikir sejenak, pacik taxi ini sudah tua, maka saya yakin, ia sudah tak mempunyai kekuatan untuk mendorong mobilnya ini. Sya pun bergegas keluar mobil…alhamdulillah sebuah pertolongan datang dr sisiMu. Tepat di depan parit itu ada sebuah rumah, dan di halaman rumah itu ada beberapa orang abang2- orang Kelantan menyebutnya abe. Alhamdulillah dengan inisiatif tak berbatas dan tak kenal masa, mereka bersegera mencari tahu apa yg terjadi dan langsung membantu kami yang dalam musibah. Hari sudah gelap sebenarnya, jam menunjukkan pukul 8.45 , dan saya masih berada di luar rumah, seorang akhwat sendirian di antara pacik ini dan beeberapa abang2 itu. Ada kerisauan terbit di sana. Tapi saya selalu berlindung kpd Allah yg Maha kuat. insyaAllah mereka orang2 baik. Saya percaya. Dan mobil ini ternyata sangat berat, tenaga saya dan abang2 itu belum cukup kuat untuk menggerakkan ban mobil itu, benar2 tak bergerak! Allah… ada seseorang yang saya harapkan kehadirannya saat itu, tapi tak mungkin. Jadi saya benar2berlindung kepada Allah agar senantiasa melindungi saya, karena waktu terus berjalan, dan jam menunjukkan pukl 9.30…semakin larut, ah saya akhwat yang kuat, this is the way to keep you strong!

Allah berkehendak lain,setelah berkali2 mencoba segala cara untuk mengangkat mobil itu, air turun dari langit dengan derasnya….ya Rabb,,yusahhil umuuranaa. Dan tersisihlah beberapa abang itu, menyisakan mereka! 2 orang abang yg tetap setia membantu pacik, walau hujan membasahi. Dalan jenak, aku terenyuh, dan mendoakan mereka, agar Allah senantiasa merahmati mereka, dan semoga amal ini menjadi slaah satu amal yang menyebabkan mereka masuk ke syurgaMu. Amin.

Setelah beberapa lama berkutat dengan mobil terperosok itu, kami tak jemu. Alhamdulillah kami berhasil mengankatnya kembali ke atas jalan. Bukan dg tenaga, melainkan dengan akal yg cerdas, menciptakan bnyk pengungkit di sekitarnya…alhamdulillah, dan jam  menunjukkan pukl 10.15…pacik dan saya berpamitan pergi, setelah berterimakasih pd 2 abang itu. ada yang menarik,ketika pacik taxi ini hendak memeberikan hadiah terimakasih kepada abang2 itu, mereka menolak dengan keras

tak perlulah pacik,,,,” sambil berlari menghindar,dengan baju yang mungkin kebasahan terkena hujan tadi,dan tentunya penuh dengan peluh.subhanallah….

Pacik pun segera mengemudikan taxinya menuju rumah saya. Saya membayar pacik dg harga yg tak biasa, karenasaya pikir, pacik ini telah berlelah2 malam ini, mengusahakan rizkinya. Namun pacik berkata,”ga usahlah bayar mahal, bayar biasa saja, pacik ikhlas…”

Bahwa saya menemukan keikhlasan di sana. Keikhlasan abang2, keikhlasan seorang pacik . walaupun keikhlasan hanya Ia yg tahu. Tapi saya selalu berharap, mereka mendapatkan pahala itu. Ridhai mereka Rabb..

~dan bulan semakin melengkung, menyunggingkan senyum,dan mengaminkan doa saya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s