urusan kita

“sekarang urusan kita adalah, apakah yang Allah suka. bukan apa yang kita suka. berdarah- darah pun  akan kita lakukan, kalau memang Allah menyukainya.”

seberkas senyum dan harapan tiba- tiba hadir malam itu. sebuah kekuatan juga ikut-ikutan terbit, menguat dan semakin menguat di simpulnya.

wa maa umiruu illa liya’budullaha mukhlishiina lahuddiin…” albayyinah :5

dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali ntuk menyembah Allah dengan ikhlas untuk agamaNya…

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)…”  al baqarah:165

ah, betapa indahnya hidup ini..ya,hidup memang indah,jika kita mau menjalaninya di bawah naungan Allah. apa apa ngeluhnya sama Allah. apa apa laporannya sama Allah. saya katakan, KITA BENAR BENAR BERGANTUNG kepada ALLAH. ketinggalan bis pagi pagi, sedangkan kelas pukul 8,kita minta tolong sama Allah. uang jajan tinggal 50 ringgit, minta tambahan sama Allah. tes 2 data komunikasi, yang saya ngearasa banget semester ini kayak ga belajar apa-apa karena dosennya begitu textbook,sehingga pelajaran jadi cukup menjemukan, maka mintalah petunjuk dan irsyad kepadaNya. projek animasi yang masih 50 % belum jadi, minta kekuatan sama yang Maha Kuat. Allah. minta apa saja sama Allah..jadi paradoks juga ya, kalau ingat,jika kita minta sama manusia i.e ummi atau abi pasti spesifik mintanya, minta dibeliin android model A , dengan OS yang gini gini, memorinya segini gini..bla…bla… tapi dengan Allah? kenapa kita tidak meminta dengan totalitas. memintanya langsung dr yg Maha Memiliki segala. asal qiyamullail dijaga, infaq jangan terlupa, sholat tathawwu’ dipenuhi sebagaimana kita memenuhkan yang wajib 17 rakaat. Kita punya Allah. dan Allah senantiasa membuka pintuNya.

Allah itu dekat. Lalu siapa yang menjauh? Allah mencintai kita, Lalu siapa yang berkhianat? Allah memenuhi janjiNya, lalu siapa yang ingkar?

*dijawab dalam hati,mari beristighfar…

innashsholaatiy, wa mahyaayaa wa mamaatiiy lillahi rabbil ‘aalamiin>>Mari membuktikan ucapan lisan ini menjadi akhlak:)

semangat pagi #himmada dari pegunungan alpen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s