asalin mushaffa?

asalin mushaffa; bukan tanpa sengaja..

 

dari radius beberapa meter, setelah keluar dari ruang ujian, rasanya mata ini tak henti-hentinya mencari sesuatu. sesuatu yang biasanya aku tumpahkan warna-warni hari disitu. ah ya, lembaran ini. lembaran yang kuberi nama asalin mushaffa.

ingin bercerita panjang lebar sebenarnya tentang ini. tapi ternyata baterai laptopnya sudah diujung limit. jadi mari kita menuliskannya sampai ia tiada.

sejak kapankah aku mengenal tulisan? ah rasanya tulisan terlalu besar. maka, sejak kapan kah aku mengenal huruf huruf abjad ini. sejak kapan aku mulai bisa mengeja, mebaca, dan akhirnya menulis. menggumpal-gumpalkan kata, menjadi asap2 yang bisa kubaca kapan aku suka dan kapanpun aku perlu. karena bagiku, tulisan adalah ikatan, kekuatan dan senjata. tak jarang aku menemukan diari2ku di gudang rumah. yang berserakan antara buku diari waktu kelas 2 SD, buku diari waktu 6SD, buku diari 1 SMP, dst. terlalu banyak buku2 itu mengabadikan hidupku. buku2 kecil warna warni yang selalu dibelikan ummi. ada yang gambarnya hello kitty, ada juga yang pio-pio..ada juga yang cover depannya ditulis “buku harian remaja muslim”…aku hanya mengulum senyum. tulisanku ternyata selalu berkembang ya, mengiuti perkembnagan zaman. dari buku diary SD kelas 2 yang huruf2nya besar2…sampai diari terakhirku di SMA yang tulisannya semakin mengalami kemajuan. bukan dari segi estetikanya saja, tapi juga dari isi tulisan dan gagasan yang tertuang disana.

telah lama, aku menganggap tulisan adalah hal penting dalam hidup. tapi sejak kapan? dulu saat aku duduk di bangku sekolah dasar, aku suka membacakan cerpen2 yang akan aku kirim ke majalah sekolah pada ummi. ummi selalu bilang,”bagus, lanjutin dong, masa segitu doang? kalau teteh punya ide cerita langsung aja ditulis, jangan berhenti, nanti lupa.” ummi selalu berpesan begitu. kata ummi kalau aku sedikit2 menghapus ketika menulis, nanti kau lupa ide cerita yang lagi mengalir deras itu. jadi diedeitnya di akhir aja. begitulah ummi mengajarkanku, sekaligus memperkenalkanku pada dunia penulisan..

aku pernah baca buku diari ummi waktu ummi SMA. walaupun sebagian aksaranya tak kupahami, karena tulisan ummi, tulisan sambung waktu itu. selain menulis diari, aku juga suka membaca buku2 umi dan abi yang ada di rak besar di ruang keluarga. kata ummi waktu aku balita, aku suka merobek2 buku2 ummi itu. “dulu,habis deh buku ummi sama teteh…” kata ummi, ketika aku sibuk membolak balik buku2 ummi  yang ada di tanganku. waktu itu aku kelas satu SMP. tulisan2 yang kubaca sebenarnya lebih banyak yang tak kumengerti. ya namanya juga buku ummi dan abi. bukunya orang2 dewasa. tapi entah kenapa, ada keasyikan di sana. ummi juga gak pernah protes.. kecuali…..kadang ada buku yang belum selesai aku baca,atau kurang menarik dibaca, jadi aku baru baca kata pengantarnya, emudian aku selipkan di bawah bantal, berserakan di di atas meja belajar, dan di ruang tamu(di bawah meja tamu), dsb… maka baru ummi protes,”kok ga dirapikan lagi sih setalah baca bukunya?” aku cuma nyengir dan segera meletakkan buku2 itu di rak besar lagi.

dari proses menulis, membaca, yang terjadi selama 19 tahun ini, maka pada tahun 2009, aku memutuskan untuk membuat sebuah blog, kuberi nama jangkrik sore. karena kata temen2 aku orangnya berisik, jadi aku setuju untuk punya nama pena ‘jangkrik sore’.. karena aku tinggal di asrama, maka blog itupun baru aktif posting tulisan semasa aku kuliah semester 1.setiap hari aku menulis di sana, bercerita, berbagi kisah dan pengalaman.

sampailah aku di penghujung tahun 2011. “kok blognya jadi gak seru, isinya jadi basi, dan gak bermanfaat ya?” aku merasa banyak berubah. kehidupan selama setahun disini(malaysia) bukan saja merubah sisi ke-bahasa-anku, tapi juga sisi pribadiku, yang akhirnya juga merubah isi tulisan2ku. ah….kalau aku buka lagi blog itu, yang aku lihat bukan aku . akhirnya, aku pun membuat satu blog baru. seperti kisahku waktu kecil tadi. ganti2 diari…hmmm.

maka lahirlah sebuah lembaran2 baru, bernama asalin mushaffa. artinya madu yang jernih. sebenarnya itu juga filosofisnya agak nyambung dengan namaku ‘Tazkiyyatun Nafsiyyah’ yang artinya mensucikan jiwa. suci dekat ke jernih. menjernihkan jiwa. menjernihkan kembali jiwaku, jiwamu, jiwa siapapun yang membaca tulisan2ku. hanya sebuah harapan. juga menjernihkan tulisan2ku, menyelamatkan idea2ku lagi, maka kupersembahkan lembaran2 ini. asalin mushaffa…

 

31 Maret 2013
menulis itu membahagiakan, ia kekuatan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s