PERUT MEREKA YANG KOSONG,AWAK?

Waktu makan tengah hari sudah tiba. Apa yang hendak kita makan siang ini? Nasi berlauk ikan, tom yam panas, atau mee kari? Ups, kita puasalah. Pernahkah terlintas dalam fikiran kita, tentang saudara kita yang belum berbuka semenjak 2 hari lepas? Anak –anak mereka menderita kelaparan, sehingga jatuh sakit. Bahkan di sebuah negera berkembang di Afrika, anak anak mederita kebuluran. Sampai mereka bertanya, “bagaimanakah hukumnya bila kita berpuasa tapi kita tidak berbuka dan tidak sahur?” disebabkan sudah tidak ada lagi makanan ununtuk dimakan. Allah swt berfirman dalam surah Albaqarah ayat 155, “Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang sabar.” Tragedi ‘lapar’ bukan saja berlaku hari ini, di zaman kita. Pada zaman kekhilafahan umar bin khaththab, pernah tersebut sebuah kisah tentang keluarga kecil yang terdiri dari ibu dan kedua anaknya. Ibu tersebut terlihat sibuk memasak di dapur, sedangkan kedua anaknya sedang merintih-rintih menagis kelaparan di ruang tamu. Sang ibu pun menghampiri anaknya dan menenangkan mereka. “ sabar ya nak, sekejap lagi makanan siap,” ucap sang ibu meyakinkan. Namun kedua anaknya masih terus menangis. Ternyata pada malam yang itu, khalifah umar tengah berpusing kota untuk memastikan keadaan rakyatnya. Sehingga beliau pun terdengar suara budak menagis dari dalam rumah sang ibu. Akhirnya khalifah pun mengetuk pintu dan menemui sang ibu. Serta merta beliau pun bertanya, apa yang sebenarnya sedang berlaku. Sang ibupun memberitahukan pada sang khalifah, bahwa kedua anaknya kelaparan. Sehingga sang ibu pura-pura memasak di dapur, padahal yang ia masak adalah batu yang selamanya tak akan siap. Mendengar pernyataan dari sang ibu, khalifah umar pun terkejut dan merasa menyesal telah lalai dari tugasnya. Maka beliaupun bersegera membawakan bahan makanan untuk sang ibu dan kedua anaknya. Salah satu hikmah berpuasa adalah dapat merasakan kesengsaraan dan penderitaan saudara kita yang kekurangan. Perut mereka kosong, perut kita pun tak berisi. Alangkah lebih mulia lagi apabila wang makan tengah hari kita, yang sepatutnya mengisi perut kita, kita bagi pada saudara kita yang memerlukan semasa berbuka puasa nanti. Sebagaimana firman Allah dalam surah Albaqarah ayat 254, “wahai orang- orang yang beriman, infakkanlah sebahagian dari rezeki yang telah kami berikan kepadamu sebelum datangnya hari ketika tidak ada jual beli, tidak ada lagi persahabatan,dan tidak ada lagi syafaat.” Maka berbahagialah kita kedatangan bulan ramadhan yang penuh berkah ini. Kesempatan kita ununtuk beramal terbuka seluas-luasnya, dengan reward atau pahala yang berlipat-lipat dari Allah. Janganlah kita menjadi orang yang rugi dan sia-sia. Melewatkan bulan festival pahala ini berlalu begitu saja. Marilah beramal sepuas-puasnya. Sampai Allah ridha kepada kita, dan kita ridha kepada Allah. Wallahu ‘alam bishshowab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s