5 luka

[skip]

abaikan cerita ini,hanya ingin berbagi hikmah:)

saya, anak perempuan satu-satunya dalam keluarga, sekaligus cucu satu-satunya bagi nenek dari pihak umi,dan cucu perempuan bungsu bagi nenek dari pihak abi. sudah 12 tahun, sejak saya SD sampe SMA, hampir setiap libur sekolah pasti menjenguk nenek di bandung, dan itu menyenangkan, walaupun di rumah nenek, saya hanya pengangguran. nenek saya selalu memanjakan kami, saya dan kedua adik saya. setiapkali ia akan memasak makanan untuk hari itu, pasti beliau mengintrogasi kami dulu,”mau makan apa hari ini? ayam,atau ikan? atau daging?” kami pun mau tidak mau memilih…karena sebenarnya kami akan terima saja, apa yang nenek masak, sebab masakan nenek memang enak2..iyalah udah tua, udah sekian tahun pengalaman memasaknya.

ada tanya yang terkemuka dalam hati , dan tanya ini selalu datang menghampiri setiap kali nenek memasak. prang!! dushhhh!!byuur!!!sreksrek!!!preeeeeng!!!! biasanya kalau kita memasaka sesuatu yang basah2 seperti ikan,ayam atau daging, minyak akan muncrat, jadilah nenek seperti berperang suaranya ketika di dapur(setidaknya itu yang kami dengar,dari ruang bermain kami). dan memang benar, setelah nenek selesai menghidangkan sajian di atas meja,selalu kami dapati luka di badannya, macam2!! entah itu, tangan yang melepuh akibat minyak yang muncrat di tangan dan lengan, bahkan pernah di wajahnya, atau tangan yang sudah di handsaplast tersebab teriris pisau ketika memotong. haduh stress saya sebenarnya, jadi agak fobia juga, tapi bukannya saya ga pernah ke dapur loh ya, tapi jadinya setiap ditugaskan oleh ummi goreng menggoreng ikan ayam dan sebagainya, saya ga bisa, dan nyerah….langsung dibalikin tugasnya,”ummi aja yang goreng ya,,,muncrat soalnya,” kata saya sambil nyengir. nah yang jadi pertanyaan saya dalam hati,” nenek kok ga pernah kapok sih, itu tangan udah abis ancur begitu ga berbentuk, kenapa sih….ga ada kapoknya,besok2 masak lagi…” ya, saya tahu ga mungkin juga nenek ga masak lagi, ters kakek saya makan apa…hehe…cuma ya itu, tetap saja menjadi pertanyaan…waktu itu,saya jadi ga kebayang bagaimana saya nanti?

dan sampai sekarang, pertanyaan pertanyaan itu tidak pernah sama sekali saya tanyakan langsung pada nenek. beberapa tahun kemudian, lebih tepatnya hari ini, saya sudah dijawab sendiri oleh kehidupan. terakhir, kemarin, luka ke 5 di tangan saya akibat pisau yang tajam. dan… i’m fine🙂 hari ini pun saya memasak lagi. saya baru mengerti sekarang, kenapa dulu nenek tidak pernah kapok ….

karena luka tak seberapa, dibanding manisnya sumringah  orang2 tercinta….tentu saja, segala apapun yang berbau kebaikan jika kita ikhlas karena Allah dan bersabar, ada pahalanya. lewat luka2 ini, Allah memberi jawaban pada saya…

64 hari bersama hambaNya
~allahummarzuqnaa istiqomah fil mahabbah 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s