definisi

seberkas cahaya matamu, adakalanya hampir gerimis namun tak pernah terik

dahi yang hampir tidak pernah menciptakan kerut, sejak awal kita saling mengenal

entah kesabaran sebesar apa yang kau jaga di sana, dadamu

bukan tak pernah senyummu membeku, mungkin hanya kau simpan sesaat

tapi setelahnya, selalu ada yang terindah terukir

tanganmu selalu ada membersamai tanganku

 

kata,

kau begitu menjaganya, hati-hati menata setiap tuturnya

sehingga, yang salah mengartikan diammu adalah aku.

air mata, yang dengannya, kau berhasil menampar keras hati yang kosong dan hampir batu ini di setiap sepertiga malam

perjalanan mulia maryam

“tidaklah seorang hamba yang ditimpa kesulitan,kesedihan,kepayahan,sekalipun hanya  kakinya yang terkena duri, melainkan Allah menginginkan kebaikan untuknya”

 

bismillah..

“kesabaran itu pahalanya tak terbatas…karena itu hanya sedikit yang bisa bersabar” bisik ayah thoriq…

merangkaikan kata, selagi masih sempat berbagi hikmah…selagi belum Allah cabut karunia kemampuan mengolahnya. apalah saya ini, yang baru mengerti (sebatas)teori2 di atas…sungguh…saya belum termasuk ke dalam orang2 yang kuat(sabar).

saya masih terbayang sosok maryam binti imran, perempuan terpilih yang super sabar itu….bagaimana bisa? bagaimana bisa ia memiliki kesabaran sekokoh itu,,dari masa2 awal ia diuji sampai ia bergelar ibunda isa? sedangkan pada masa2 sulit yang sama, di saat seorang perempuan harus berjuang menjalani perubahan hormonal ketika hamil muda,  saya ditemani seorang suami, masih tidak bersabar. maryam? belum lagi status sosial yang menderanya hari itu, sebagai perempuan yang hamil tanpa suami….Allah….maka dimana letak saya hari ini? dengan kesabaran yang kadang hilang dan pergi disertai keluh keluh yang terucap? maryam, mungkin yang kau dendang hanyalah doa, sambil mengelus2 perut yang kian membesar…..dengan rasa yang entah bagaimana tak mungkin dijelaskan,,kesabaran sebesar apa yang kau miliki wahai putri keluarga imran….??? sampai tiba masanya, ketika rasa sakit yang semakin mengerang menjelang persalinan, dan kau telah keluar dari kampungmu, seorang diri. ya, tanpa siapapun. yang kau bawa hanya seorang hamba titipanNya dalam rahimmu, dan tentu saja kesabaranmu yang tak pernah kau tinggalkan…panasnya yerussalem seperti apa wahai ibunda isa? adakah sepanas negeri malaysia bagian utara yang kini saya duduki ini? tentu saja lebih entah berapa derajat…..terbayang dengan letih kau bersandar dan berteduh di bawah pohon kurma….dengan rasa sakit yang semakin tak dapat berkompromi…. saat itu…hanya wahyu2 Allah yang menemani perjalanan mulia maryam menjadi seorang ibu.

“dan guncangkanlah pohon kurma itu, niscaya kurmanya akan jatuh untukmu”

Maha Besarnya Allah….

#segenap refleksi terapi kesabaran…mengingat perjuangan bunda maryam….

saya –masih sangat jauh dari kesabarannya…

tulisan perdana seorang ibu hamil :”

Kemarin, seperti baru saja..

di_bawah_pohon_sakura_by_yuuchan_p-d5yxqzcKemarin, seperti baru saja berbincang ria tentang masa depan

Pun hanya diselipi gelak tawa,

Tapi rasanya, memang baru kemarin, memejamkan mata

Mendoa, meminta dengan kesungguhan luar biasa

Sebab, ketika itu saya sangat menyadari, bahwa mimpi-mimpi ini harus diusung bersama orang yang tepat.

Kemudian, di sela waktu ini

Ingin sekali meluahkan selaut syukur,

Tentu saja padaNya

Juga pada mereka, kawan-kawan tersayang

yang dengan tulus mendoakan kawannya ini

mimpi-mimpi yang melangit, kini satu persatu mulai diperjuangkan…diwujudkan

tentu saja, bersamanya. Orang yang tepat sekali.

Menjinjing mimpi ini sepanjang jalan,bukan hal yang mudah kan?

Kadang ingin saja meninggalkannya di tepi jalan,

Kadang ingin melepasnya

Kadang hati bergumam,”apakah tidak terlalu sulit?mustahilll….jangan terlalu ideal lah….”

Tidak mudah, sungguh…..

“yakin bisa komitmen?”

Kadang inginnya berhenti saja. cukup sebatas angan. titik

 

 

Kemudian, ketika tiba-tiba saja ia hadir menguatkan

Meyakinkan

Memaksa untuk bertahan, sebab…”ini mimpi kita bersama,kita akan sama-sama kan?”

Keberadaannya,

Kehadirannya,

Seolah mengikat kembali tali sepatu

Bagaikan  matahari yang hapuskan mendung

Atau mungkin seperti tongkat yang menopang lemahnya jiwa ini,lemah dalam menggenggam mimpinya

Semoga Allah selalu menguatkanmu,

kita,

Langkah kita, mimpi kita

 

 

Mimpi-mimpi:

-          Thoriq zeyn, 10  tahun hafal alquran

-          Aiman zeyn, 7 tahun hafal alquran

-          Zidna zeyn, 10 tahun hafal alquran

-          Maryam zeyn, 10 tahun hafal quran

-          Faris zeyn, 9 tahun hafal alquran

-          Amalina zeyn, 12 tahun hafal alquran

-          Yusuf zeyn, 10 tahun hafal alquran

-          Fathi zeyn, 11 tahun hafal alquran

-          Salima zeyn, 8 tahun hafal alquran

-          Dzilal zeyn, 13 tahun hafal alquran

-          Shofiyyah zeyn, 12 tahun hafal alquran

 

Kelak anak-anak kita bertebaran di muka bumi, tangan-tangan mereka mengendalikan kehodupan, namun hati mereka selalu merindukan pertemuan dengan Allah

dimana letaknya?

bismillah…

mungkin ketika kerap kali kita merasa yakin, bahwa muara kita adalah syurga,

karena kita sering mendengar ,”sesiapa yang ada iman di hati,meski sebesar biji sawi, baginya syurga…”

mungkin ketika seringkali kita berprasangka tentang cukupnya amal-amal..

apalagi ketika hadir rasa aman dari api neraka, mengingat ,”air mata yang menangis karena takut pada Allah, maka haramnya baginya neraka…”

merasa telah beriman, padahal kata Allah,”qaaluu aslamnaa” katakanlah kami telah berislam…

atau ketika kita yakin betul, masih ada hari2 yang panjang di depan sana untuk mengumpulkan pahala

Namun….

mungkin, telah lama firman ini menetap di sana, namun kita terlupa mentadaburinya…astaghfirullah….

mungkin inilah yang kerap kali harus kita ingat….

Am hasibtum an tadkhulul jannata walamma ya’tikum matsalulladziina khalau min qoblikum? massathumul ba’saa i wadhdhrraa i wazulziluu hatta yaquularrasuulu walladziina ma’ahuu mataa nashrullah? alaa inna nashrallahi qariib? Albaqarah : 214

ataukah kamu mengira kamu akan masuk syurga sedangkan belum datang kepadamu seperti apa yang menimpa orang2 sebelummu? |  Mereka ditimpa kemelaratan,penderitaan, guncangan, sampai-sampai rosul dan orang2 yang bersamanya berkata, kapankah pertolongan ALLAH datang? | ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat

ini bukan saja tentang rahmatNya yang menjadi tiket kita memasuki firdaus yang gempita denga segala kenikmatan dan kelezatannya

tapi tentang kesusahan, kepayahan, penderitaan, nestapa

mereka, rasulullah saw dan para sahabat .ra  yang demi tegaknya tauhid, berkorban dan terkorban, melarat, terguncang, sengsara. yang tersebab hebatnya cobaan itu, sampai-sampai mereka bertanya “kapan pertolongan Allah datang?”……tapi tentu saja pertnyaan itu bukan wujud keraguan mereka pada Allah…hanya pertanyaan manusiawi manusia yang ditimpa musibah.

jika beratnya cobaan dan jarak menuju syurga berbanding lurus,

lalu dimanakah letak cobaan kita yang selama ini kita anggap terlalu berat

dan dimana pula letak syurga  yang dijanjikan itu? adakah beberapa kilo jaraknya dari tempat kita berdiri di mahsyar nanti? atau perlu beratus-ratus tahun menujunya?

“mereka itulah yang akan mewarisi, mewarisi syurga firdaus dan kekal di dalamnya” ~

hujan_himmada dari selat Imagebosporus

Apa Yang Kau Lakukan?

asalinmushaffa:

kami masih tertinggal jauh….inspiring words hayatina:)

Originally posted on Srikandi Pena:

Katanya ini janji merdeka,

Merdeka atas nama bangsa dan agama, sementara siang malam masih mengumpat

Menelan uang sekepal, menukar kejujuran demi kekuasaan

 

Katanya ini janji cinta,

cinta atas nama sang Rasul, cinta mengharapkan syafaatnya

nyatanya, dengki kerap yang ditemui

acap kali “Kami yang benar, kalian salah.”

 

Katanya ini janji iman,

Cinta pada Pencipta langit-bumi, sementara  lidah berkelit

ucap kebenaran demi kebebasan

 

Apa yang kau maksud dengan MERDEKA?

Manakah yang kau maksud dengan CINTA?

Bisa ku sebut kau menjual IMAN?

 

Istanbul, 24 Desember 2013

View original

Saat Pohon Khuldi masuk rumah-rumah kita

asalinmushaffa:

pohon khuldi ya? ya Rabb T_T

Originally posted on pengikatsurga:

Saat Pohon Khuldi masuk rumah-rumah kita

  Menarik tapi tak boleh didekati, ada dihadapan tetapi tak dapat disentuh, ialah pohon khuldi. Tantangan pertama yang dihadapkan kepada awal mula kisah kehidupan, Adam dan Hawa. Satu-satunya larangan yang ditujukan kepada keduanya di kehidupan surga. Kisah yang menggambarkan bahwa akan banyak hal-hal terlarang tetapi tetap ada dan tercipta. Mengapakah?
  Jawaban atas pertanyaan yang akan kita telusuri bersama. Penciptaan Adam adalah awal bagi era kehidupan manusia di bumi. Kehidupan yang dari sisi Sang Pencipta merupakan rangkaian dari ujian-ujian.
  Allah berfirman : “Dialah Yang menciptakan kematian dan kehidupan dengan tujuan menguji kalian siapakah diantara kalian yang paling baik amalannya” (Al Mulk :2)
  Larangan-larangan datang menguji, seringkali dipandang tidak masuk akal atau tiada guna, akal budi manusia berjuang kerasa untuk memahaminya. Sebagaimana saat sungai jernih terbentang dihadapan satu pasukan perang, kesejukan yang menggoda agar rasa dahaga hilang, tetapi ternyata sungai itu bagi mereka adalah bagai pohon khuldi…

View original 159 more words

bergeming seketika, pas lagi muroja’ah menemukan ayat yang ajaib ini!

“waminannaasi man yattakhidzu min duunillahi andaada, yuhibbuunahum kahubbillah, walladziina aamanuu asyaddu hubban lillah…”

Dan diantara manusia ada yang mengambil (Tuhan) selain Allah, mereka mencintainya seperti mencintai Allah, dan orang yang beriman, sangat besar kecintaan mereka terhadap Allah…”

yang belum dilakukan adalah menyempurnakan cinta kepada Allah. di tengah-tengah badai cinta yang menggembirakan siapapun yang didatanginya, tiba-tiba saya pun tersadar.. ada cinta yag mungkin belum sempat kita selesaikan pencariannya. ya..ada..sayapun berkata lirih dalam hati.

mari kita eja kembali sepotong ayat di atas…dan orang2 yang beriman, sangat besar kecintaan mereka terhadap Allah…artinya?

kita, yang kian hari kian sering berucap dengan lancar amantu billah, Aku beriman pada Allah!  sepertinya masih terbata2 dan terengah2 untuk memastikan bahwa cinta tertinggi kita, Allah :’(

betapa jauh jalan itu….bagaimana mencinta, mengingatnya dalam setiap hela nafas pun kadang bahkan sering alpa. bagaimana mencinta, ketika pengharapan tak lagi benar2 disandarkan sepenuhnya pada yang memiliki takdir….bahkan kadang gurat kecewa hadir di jiwa ketika kenyataan yang menurut kita pahit, dan siapa tahu baik disisiNya…..haaaa manusia2….

lalu bagaimana mencinta, ketika hal-hal dnia, tak jarang kita bagus2kan, tapi ketika bertemu denganNya di tiap sujud , yaaa hanya begitu, sekedarnya….sekedar mebaca alfatihah, sekedar mengeja tasbih tanpa penghayatan dan merasa diliputi oleh ma’iyahNya….haduuh puyeng.

bagaimana bisa mencinta, sedangkan maksiat tak hendak diakhiri….padahal maksiat adalah faktor terkuat yang melemahkan segalanya! al iimaan yaaziidu biththoo’ah wa yanqush bil ma’shiyyah,iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan… iman melemah, dan cinta kita padaNya pun kian lemas….*istighfar*

tak sanggup lagi berbahasa,

hanya ganti rugi lima ribu istigfar yang masih bisa diusahakan,

meski tak akan bersih dan bening,

tetap yakin, bahwa Engkau mencintai hambaMu yang kembali :”( it’s so greatful

#himmada dari dakka