kala mucikari itu orang terhormat

Originally posted on pengikatsurga:

Hari ini, hari jihad.

18 juni yang bertepatan dengan 21 sha’ban.

Saat lembaran laporan amalan tahunan masih putih,
Bu Risma mengisinya dengan penutupan dolly,
Betapa indahnya pembukaan itu,
Seringnya jika pembukaan bagus dan ujung bagus, maka tengah-tengah tidak akan diperiksa,
Itulah yang disebut hisab yang mudah,
Semoga Allah memudahkan hisab bu Risma kelak, atas prestasinya menutup pusat pelacuran terbasar di asia tenggara, Dolly.

Ingatan lalu melayang pada masa Rasulullah,
Saat Rasulullah hijrah ke Medinah,
Didapati bahwa para pemilik budak sering memjadikan para budaknya komoditas menarik keuntungan.
Para budak sengaja dilacurkan pada orang-orang berkasta tinggi dengan nasab yang baik, dengan harapan budak tersebut hamil, dan kepala suku dari pria yang menghamili akan menebus bayi tersebut.

Dimasa itu kehadiran anggota keluarga baru dalam suatu suku, sangat berharga, nilainya sangat mahal.

Keadaan yang menyesakkan dada, bagi kaum muslimin yang telah dididik memiliki nilai-nilai luhur.

Akan tetapi AlQur’an menggambarkan,
Bahwa situasi saat itu tidaklah…

View original 130 more words

hadistnya ga diterima looh..

akhlakhaditsnya ga diterima loh……

perjalanan, mengambil hikmah, belajar dan saling mengajarkan. begitulah perjalanan hidup yang seharusnya berputar tidak hanya melewati batas-batas hari dengan kekosongan.. belajarlah, dan kemudian berbagi…

suatu hari, ketika berjalan-jalan sore bersama suami dengan mengendarai sepeda motor, tempat yang hendak kami tuju tak kunjung sampai. memang ini pertama kalinya kami melakukan perjalanan ke san, taman anggur perlis. beberapa kali kami bertanya pada makcik2 kedai pinggir jalan, pun pada pakcik2 tukang parkir tentang lokasi tersebut, namun tak juga kami temukan lokasinya.

jadilah temaram kian kelam, sedangkan kami sudah 3 jam berputar2 di kawasan perlis. posisi duduk di atas motor pun sudah kurang nyaman. terutama saya, yang sedang mengandung usia 5 bulan. rasanya sudah kesemutan dan pegal sekali. sesekali saya bergeser sedikit untuk menghilangkan kepenatan. suami saya pun sesekali menegakkan punggungnya, sama2 sudah letih. kenapa kami tidak pulang saja? perjalanan, inilah yang dinamakan perjalanan mungkin..kalau sudah sampai tujuan namanya bukan perjalanan lagi :) begitu pikir kami. dan kami sudah terlanjur sampai sejauh ini. jadi kami putuskan untuk terus mencari taman anggur tersebut.

sampai pada tahap lelah yang sudah berlebihan, akhirnya ketika lampu merah di salah satu jalan raya, saya memberanikan diri untuk berdiri sejenak dalam keadaan masih diatas motor, terbayang tidak? hanya berdiri sedikit, karena saya sudah merasakan pegal yang teramat sangat. tidak sampai 5 detik, kemudian saya duduk kembali ke posisi awal.

tiba2 suami saya bergumam,”haditsnya ga diterima looh..”

Deg, “maksudnya?” saya bertanya. kemudian suami saya menjelaskan, bahwa ulama zaman dahulu betul2 menjaga adab mereka…”mereka juga lapar, tapi bagi mereka makan bakso di pinggir jalan adalah aib, kemungkinan kalau mereka meriwayatkan hadist, hadist mereka cacat..”

saya belum juga faham…dan masih berpikir keras, apa hubungannya saya berdiri membetulkan posisi duduk tadi dengan ulama yang makan bakso ini. ” iya,,,tadi kamu pegel kan? terus berdiri sebentar, sebenernya itu aib juga…hehe kalau kamu meriwayatkan hadits, insyaAllah ga diterima…hehe”

ooohh….

jadi ternyata, ini masalah ta’dil wa adab. ada sebagaian perilaku yang tidak dosa melakukannya, bahkan terlihat wajar, namun ternyata mempengaruhi ciri integritas manusia. sikap dan adab. dalam islam, periwayat hadist adalah orang2 yang betul2 terpercaya, kuat daya ingatanya, dan terjaga sikap adab akhlaknya.

masyaAllah, hadits saya tidak diterima katanya

“lagian siapa juga yang mau ngeriwayatin hadits, wee :p ” balas saya sambil tersenyum…

 

7 Mei 2014,

sore yang indah dari taman anggur syurga :)

tempat tujuan

kita, berjalan…sudah hampir satu kilo perjalanan mungkin. salah, kita baru berjalan 1000km  dan jarak tempuh kita masih panjang, ya, sampai sana, kampung nan kekal. dimana kita tak akan pernah berpisah lagi, dimana cinta akan selalu bertambah kadarnya, dimana kita bisa sama-sama rebah di tepi sungai madu, bernostalgia bersama anak-anak kita..dimana kerinduan selalu terobati, karena di sana kita kekal, kita akan selalu bersama, tak akan pernah berpisah(lagi). ya, di sana. tempat paling indah mengabadikan ketulusan cinta. syurga firdausNya.

dunia ini hanya sebentar, mungkin jika umur kita ditakdirkan hanya 60 tahun, aku berjumpa denganmu hanya sekitar 40 tahun, ah itu singkat sekali (bagiku yang satu detikpun sebenarnya, tak bisa jauh darimu), atau kau hanya berjumpa denganku sekitar 30 tahun..sedangkan di sana (firdaus), kita akan hidup bersama selamanya. pendek sekali bukan dunia?

aku masih ingat ini….

Gambar

 

yang tak berbatas adalah cinta Allah pada kita, cinta Allah-lah yang menautkan cinta kita satu sama lain, cinta Allah-lah yang membawaku mengenalmu, membimbingku, meyakinkanku bahwa kau adalah yang terbaik dari sisiNya. cinta Allah yang tak berbatas itulah yang telah mengajarkan kita, bahwa pertemuan di dunia ini sangatlah tak berbanding dengan kekalnya nostalgia di syurga nanti. aku berharap, kita bisa bersama-sama terus menerus saling mengingatkan tentang tujuan abadi itu…ya, terus menerus, sebab aku tak jarang lupa terhadapnya. aku insyaAllah juga siap untuk mengingatkanmu tentangnya. 

 

Gambar

terimakasih cinta, berjalan bersamamu adalah membahagiakan. terimakasih telah mengajarkanku tentang sabar dan syukur. betapa hebatnya takdir Allah, mempertemukanku dengan laki-laki yang sabar dan pandai bersyukur…segala puji hanya bagiNya. semoga dengan sabar dan syukur ini, kita bisa menjemput rahmat Allah. rahmat Allah yang akan mengantarkan kita pada tempat indah itu cinta.

Gambar

kenapa? kenapa kau begitu pelupa?

tentang segenap khilafku, salahku, kelalaianku….begitu cepat kau melupakannya… Allahu yubaarik fiik, semoga Allah limpahkan ridhaNya untuk sayang. 

mungkin di dunia ini, jika hanya ada dua kata, ‘Maaf’ dan ‘terimakasih’ , maka semuanya untukmu. 

perjalanan yang baru kita mulai ini, telah mengajarkan banyak hal…banyak sekali. 

semoga kita mampu istiqamah untuk saling mengisi, membersamai, menyemangati, dan tak lupa mengingati hari paling indah itu, ya, kampung akhirat.

 

 

untuk?

Sehela angin, tetiba membangunkanku dari taman bunga

Menggugurkan banyak daun yang baru saja tumbuh…

Aku, menepi

Mencoba menerka, adakah aku tak lagi berlari?

 

Sekelebat saja, mendung menghampiri

Bertanya dalam hati:

Untuk siapa mencinta?

Untuk siapa menanam benih ini?

Untuk apa membangun rumah ini?

 

Mendung segera pergi lagi, tanpa salam

Dibuangnya segala resah dan risau,

Ketika jawabku,direngkuhnya

Jawabku :

Semuanya buat Allah,sungguh

definisi

seberkas cahaya matamu, adakalanya hampir gerimis namun tak pernah terik

dahi yang hampir tidak pernah menciptakan kerut, sejak awal kita saling mengenal

entah kesabaran sebesar apa yang kau jaga di sana, dadamu

bukan tak pernah senyummu membeku, mungkin hanya kau simpan sesaat

tapi setelahnya, selalu ada yang terindah terukir

tanganmu selalu ada membersamai tanganku

 

kata,

kau begitu menjaganya, hati-hati menata setiap tuturnya

sehingga, yang salah mengartikan diammu adalah aku.

air mata, yang dengannya, kau berhasil menampar keras hati yang kosong dan hampir batu ini di setiap sepertiga malam

perjalanan mulia maryam

“tidaklah seorang hamba yang ditimpa kesulitan,kesedihan,kepayahan,sekalipun hanya  kakinya yang terkena duri, melainkan Allah menginginkan kebaikan untuknya”

 

bismillah..

“kesabaran itu pahalanya tak terbatas…karena itu hanya sedikit yang bisa bersabar” bisik ayah thoriq…

merangkaikan kata, selagi masih sempat berbagi hikmah…selagi belum Allah cabut karunia kemampuan mengolahnya. apalah saya ini, yang baru mengerti (sebatas)teori2 di atas…sungguh…saya belum termasuk ke dalam orang2 yang kuat(sabar).

saya masih terbayang sosok maryam binti imran, perempuan terpilih yang super sabar itu….bagaimana bisa? bagaimana bisa ia memiliki kesabaran sekokoh itu,,dari masa2 awal ia diuji sampai ia bergelar ibunda isa? sedangkan pada masa2 sulit yang sama, di saat seorang perempuan harus berjuang menjalani perubahan hormonal ketika hamil muda,  saya ditemani seorang suami, masih tidak bersabar. maryam? belum lagi status sosial yang menderanya hari itu, sebagai perempuan yang hamil tanpa suami….Allah….maka dimana letak saya hari ini? dengan kesabaran yang kadang hilang dan pergi disertai keluh keluh yang terucap? maryam, mungkin yang kau dendang hanyalah doa, sambil mengelus2 perut yang kian membesar…..dengan rasa yang entah bagaimana tak mungkin dijelaskan,,kesabaran sebesar apa yang kau miliki wahai putri keluarga imran….??? sampai tiba masanya, ketika rasa sakit yang semakin mengerang menjelang persalinan, dan kau telah keluar dari kampungmu, seorang diri. ya, tanpa siapapun. yang kau bawa hanya seorang hamba titipanNya dalam rahimmu, dan tentu saja kesabaranmu yang tak pernah kau tinggalkan…panasnya yerussalem seperti apa wahai ibunda isa? adakah sepanas negeri malaysia bagian utara yang kini saya duduki ini? tentu saja lebih entah berapa derajat…..terbayang dengan letih kau bersandar dan berteduh di bawah pohon kurma….dengan rasa sakit yang semakin tak dapat berkompromi…. saat itu…hanya wahyu2 Allah yang menemani perjalanan mulia maryam menjadi seorang ibu.

“dan guncangkanlah pohon kurma itu, niscaya kurmanya akan jatuh untukmu”

Maha Besarnya Allah….

#segenap refleksi terapi kesabaran…mengingat perjuangan bunda maryam….

saya –masih sangat jauh dari kesabarannya…

tulisan perdana seorang ibu hamil :”